Bisnis dan Marketing
Trending

Dompet Digital

Sampai Kapan Bank Akan Bertahan?

Kalau tidak menjadi penjual sekaligus pembeli online saya tidak akan memasang aplikasi dompet digital semacam ovo itu. Tapi begitu instal dompel digital saya lalu merubah kebiasan transaksi keuangan, hampir 80% transaksi dan transfer saya lakukan dengan dompet digital. Praktis, cepat, tanpa potongan, banyak diskon!

Cerdik, agressif, dan lincah seperti itu strategi dompet digital menggaet pengguna. Memaksa pengguna menggunakan hanya untuk diberi pengalaman yang unik, menarik, penuh kelebihan lalu mendapatkan loyalitas. Tapi loyalitas ini masih tanda tanya, sebab jika ada dompet digital yang menawarkan sesuatu yang lebih tentu saya atau pengguna yang lain akan berpindah, semudah kita install dan uninstall aplikasi.

Bayangkan jika sistem pendaftarannya dilakukan seperti perbankan yang harus antri, fotokopi ktp, tanda tangan ini itu. Sehingga ketika kita nyaman dengan satu atau dua bank “its enough” cukup!. Hal yang sangat berbeda dengan dompet digital, kita bisa buat akun hitungan detik, verifikasi dengan upload foto KTP sambil selfi, Boom…kita sudah punya dompet digital lengkap dengan promo dan cashback.

Kemudahan user beralih dan berpindah aplikasi inilah yang memaksa dompet digital terus berinovasi. Secepatnya mendominasi dan mengunci market. Jadilah adu kuat, membakar uang sambil menunggu siapa yang akan bertahan atau rontok duluan. Meski sejatinya ini adalah perang dibalik layar para investor yang memback up dibalik fintech tersebut.

Jika bisa saya sebutkan ini beberapa fitur dompet digital yang membuat saya selalu menggunkannya:

  • Tidak ada biaya top up.
  • Biaya transfer ke semua bank gratis dengan nilai nominal terkecil Rp. 10.000 (ada dompet digital yang membuat aturan transfer gratis cuma 10 kali dan minimal transfer 50 ribu.
  • Terintegrasi dengan pembayaran marketplace seperti tokopedia atau bukalapak. Bahkan poin belanja dan point dompet digital bisa swift satu sama lain.
  • Bayar listrik malah dapat potongan, beli pulsa harga dibawah conter, kadang masih dapat cashback.
  • Bayar kereta tiket pesawat bisa sambil tiduran.
  • Beberapa toko dan warung sudah mulai digunakan sebagai alat pembayaran online khususnya toko yang menyediakan barcode.

Dengan bermacam fitur unggul seperti itu rasanya sulit untuk tidak menggunakannya. Bahkan bukan tidak mungkin beragam produk perbankan konvensional akan segera tersedia di dompet digital. Jika sudah seperti itu, sampai kapan perbankan konvensional akan bertahan? Jika tidak segera ikut menjadi backbone atau membuat aplikasi dengan kemudahan yang sama.

Tags
Show More

Ade Bagus Kusuma

Blog Pribadi Ade bagus Kusuma berisi tulisan alakadarnya tentang berbagai pengalaman dan hobi ngeblog, berbisnis, dan perjalanannya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close