Politik

Membaca Hasil Survey Kompas, Jokowi Berpotensi Dikalahkan!

Kelompok Koalisi Harus Menjaga Momentum Tidak ada lagi Kasus Besar

Hasil survey kompas cukup mengagetkan, terutama bagi pendukung Jokowi dan koalisinya. Margin keunggulan yang kian tipis dikisaran angka 11% berpotensi terus menipis. Padahal survey dilakukan sebelum kasus OTT Romi pecah, sebelum rentetan peristiwa penggeledahan kantor Menteri Agama yang kemungkinan besar mendowngrade kepercayaan publik khususnya yang masih merahasiakan pilihannya yang berada dikisaran 14% menurut survey kompas.

Kedua kubu memang harus tetap menjaga stabilitas internal, jangan sampai ada peristiwa besar yang memukul elektoral. Sayangnya peristiwa Romy sepertinya menggelinding sampai jauh. Menembus kantor menteri agama dan itu berarti sudah menembus jantung pertahanan Jokowi.

Bagaimana mungkin ketika Jokowi membangun citra yang positif terhadap muslim, lalu korupsi dan suap terjadi marak di kementrian Agama, yang kata KPK harusnya menjadi kementrian paling bersih paling saleh.

Upaya KPK untuk terus mengusut aliran suap kemenag akan menjadi seperti tetesan air yang mengikis kerasnya bebatuan.

Selain faktor suap yang akan menggerogoti elektabilitas Jokowi, ada beberapa hal yang kemungkinan menjadi faktor pemicu lainnya yaitu:

  • Maruf Amin, saya kira pemilihan wakil presiden sudah membuat banyak pendukung Jokowi garis keras shock, jelas Maruf Amin sosok yang tidak diharapkan. Maruf Amin adalah hasil upaya kelompok Muhaimin dan Romy yang justru sekarang sedang berkubang kasus.
  • Masa Kampanye Terlalu Lama, jenuh bosan dan muak dengan massifnya hoak dan sampah di beranda membuat kelompok tertentu jengah, bahkan ada potensi pendukung Jokowi memilih Golput.
  • Kelompok minoritas khususnya pendukung Ahok akan cenderung Golput, Jokowi justru dianggap kontra produktif dengan memilih Maruf Amin. Bahkan ahok sendiri memilih liburan ke Australia, cuek dengan masa pilpres yang tinggal sebulan.
  • Performa Sandiaga, tidak dipungkiri performa dan kondisi Sandiaga yang Prima dianggap lebih menjanjikan masa depan.

So, Pilpres tinggal sebulan lagi dan kedua kubu harus tetap menjaga dan menahan diri. Jangan sampai ada peristiwa besar yang memukul elektoral. Sayangnya keberuntungan tidak singgah di Jokowi menjelang pilpres, peristiwa penyidikan dan release dari KPK tiap hari akan menjadi pisau yang merambat ke urat nadi petahana!.

Tags
Show More

Ade Bagus Kusuma

Blog Pribadi Ade bagus Kusuma berisi tulisan alakadarnya tentang berbagai pengalaman dan hobi ngeblog, berbisnis, dan perjalanannya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close