Blogging
Trending

Menulis Cepat dengan Dua Jempol

Ketika mengetik 10 Jari tak lagi seksi

Menulis dengan dua jempol menjadi aktifitas rutin yang saya lakukan setiap ada waktu luang, terutama saat di warung kopi. Sedikit berkeras hati untuk disiplin menulis dengan 2 jempol, dalam ruang yang terbatas di keypad android.

Dulu saya sangat ingin bisa menulis dengan 10 jari, seperti skill yang dimiliki penulis2 tempo dulu. Banyak sastrawan yang diceritakan sangat handal mengetik dengan 10 jari, padahal ngetiknya dengan mesin ketik yang keras tombolnya.

Selalu gagal mengetik 10 jari, saya maksimal hanya mengetik dengan 6 jari jika mengetik cepat diatas keyboard. Dulu saya sempat takjub dengan mantan pacar yang bisa mengetik sms demikian cepatnya bahkan tanpa melihat papan handphone. Anak anak perempuan jaman saya sma atau kuliah memang punya skil mengetik cepat kl sedang ber-sms.

Kini mengetik cepat dengan dua jempol menjadi media saya latihan tiap hari, terutama saat menulis di blog ini. Seringkali terjadi salah ketik karena huruf yang terlalu kecil dan berjarak rapat.

Mengetik dengan dua jempol memang terasa melelahkan, terbukti tulisan saya rata-rata hanya mencapai 200 kata atau kurang. Ini tentuk tidak sesuai standar SEO atau Search Engine optimation yang mensyaratkan tulisan minimal 300 kata.

Tapi saya ingin memiliki kebebasan 100 persen saat menulis blog ini. Asal nulis apa yang ada dipikiran, tulisan apa saja, topik apa saja, tak peduli meski cuma 50 kata. Toh blog ini juga saya gunakan sebagai buku harian! Sekaligus belajar ngetik cepat dengan dua jempol.

Tags
Show More

Ade Bagus Kusuma

Blog Pribadi Ade bagus Kusuma berisi tulisan alakadarnya tentang berbagai pengalaman dan hobi ngeblog, berbisnis, dan perjalanannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close