Politik
Trending

#PutihAdalahKita Vs #2019GantiPresiden

Mana yang efektif mengirimkan pesan kepada pemilih?

Selama hampir berbulan-bulan kubu anti Jokowi (selanjutnya disebut sebagai kubu Prabowo) memiliki jargon yang sangat ikonik, enak didengar dan diucapkan, serta begitu nendang. Tagar 2019 Ganti Presiden begitu keren dan susah untuk dilawan oleh berbagai jargon pro Jokowi.

Bak gadis cantik jelita, tagar 2019 ganti  Presiden mampu menjadi magnet yang ikut menggerakkan perlawanan kepada Jokowi bahkan sudah menjadi simbol wajib berbagai acara reuni alumni 212.

Berbagai upaya dilakukan untuk menjegal dan meredam tagar #2019GantiPresiden namun tidak ada yang ampuh.

Namun, sebagaimana gadis cantik pujaan hati, lama kelamaan Tahar #2019GantiPresiden mulai terasa biasa. Masyarakat mudah menjadi bosan dan perlahan-lahan lupa.

Justru menjelang pemilihan presiden, tepatnya kurang dari sebulan. Tim Jokowi cerdik membangun jargon yang cukup nendang, enak didengar, filosofis, dan mampu mendelivered pesan kepada pemilih untuk memilih kandidat yang berbaju putih. #PutihAdalahKita, menjadi jargon yang sejauh ini saya kira paling mampu membawa pesan dan kesan mendalam.

#PutihAdalahKita seolah memberikan perlawanan simbolis dari propaganda yang membawa pesan bahwa Jokowi musuh Islam. Islam yang lekat dengan warna putih, justru diambil simbolnya untuk foto Surat Suara. Tidak berhenti disitu, Tim Jokowi juga mempersiapkan jargon yang mengkoneksikan simbol putih menjadi bagian dari diri Jokowi.

Percaya atau tidak tampilan dalam surat suara mampu memberikan efek psikologi tertentu bagi pemilih. Khususnya pemilih mengambang yang datang ke TPS dengan sedikit gundah atau bahkan apatis.

Upaya mendeliver pesan semacam ini dengan prakondisi sebulan sebelum pemilihan adalah sangat efektif. Apalagi didukung dengan acara sholawatan Jokowi, jika kubu Jokowi konsisten terus memviralkan dan merasuk ke benak publik, ini akan sangat efektif.

Pola komunikasi politik selama ini yang begitu-begitu saja membuat kita bosan, lelah, jengah, dan muak. Upaya kampanye kreatif yang soft akan lebih mudah dicerna dan diterima publik. Selebihnya tunggu 17 April.

Tags
Show More

Ade Bagus Kusuma

Blog Pribadi Ade bagus Kusuma berisi tulisan alakadarnya tentang berbagai pengalaman dan hobi ngeblog, berbisnis, dan perjalanannya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close