Politik

Saling Menunggu Nasib Apes Kubu Capres

Bukan Adu Kuat Tapi Menunggu Siapa yang terpeleset

Raly panjang kampanye pilpres terus bergulir, membuat sesak, jengkel, dan muak tak ada habisnya. Beranda sesak karena hoax, broadcast banal dan brutal terus menyusup melalui watshap dan ragam saluran privat.

Setelah adu hoax, adu status, adu gagasan yang seringkali dangkal. Maka ada sesuatu yang saling di tunggu masing masing kubu, yaitu “apes” alias “awak bosok”.

Saling apes sudah dialami kedua kubu capres silih berganti. Mulai dari kasus Ratna Sarumpaet, Andi Arif, dan yang terbaru Romy sang pemimpin muda milenial.

Mendapati lawan yang kena apes ibarat dapat sebuah amunisi tambahan, setelah logistik keluar dan ngos-ngosan. Apesnya kubu lawan ibarat bahan kampanye tanpa modal tinggal setting buzzer dan robot2 socmed bergerak untuk membangun trending.

“Awak Bosok” ini juga membuat kalang kabut kubu yang ketiban apes. Membangun narasi yang tepat agar konstituen tidak tergerus dan citra masih aman terkendali.

Maka fenomena menjelang pilpres ini akan ditunggu dengan dag dig dug, siapa yang akan kena apes dan ketiban “awu anget” Toh kedua kubu juga dihuni oleh para politisi yang hampir semua terkait skandal korupsi dan kolusi.

Sambil mengaduk-aduk kopi kita tunggu siapa yang akan kena apes lagi. “dasar awake lagi bosok! Mari ngunu lali gak keramas paling” kata mbah Yo tukang Becak yang ngopi disebelahku sambil twitwar sama temannya.

Tags
Show More

Ade Bagus Kusuma

Blog Pribadi Ade bagus Kusuma berisi tulisan alakadarnya tentang berbagai pengalaman dan hobi ngeblog, berbisnis, dan perjalanannya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close